Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para mantan majelis untuk kembali berkumpul, mempererat tali persaudaraan, sekaligus mensyukuri perjalanan pelayanan yang telah mereka jalani bersama selama menjadi bagian dari pelayanan di lingkungan GKP Bekasi.
Bukan sekadar acara berkumpul dan menikmati suasana Puncak Bogor, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengenang berbagai pengalaman pelayanan, suka dan duka, serta perjuangan yang pernah dilalui bersama.
Meski kini tidak lagi menjalankan tugas sebagai majelis, semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terpelihara. Justru melalui paguyuban ini, hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama masa pelayanan dapat terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rangkaian kegiatan syukuran akan diisi dengan berbagai acara kebersamaan, mulai dari ibadah syukur, ramah tamah, berbagi pengalaman, hingga kegiatan yang membangun keakraban antar mantan anggota Majelis
Puncak Bogor dipilih sebagai tempat kegiatan karena suasananya yang sejuk dan nyaman, sehingga diharapkan mampu memberikan kesegaran sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan menikmati kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Bagi para mantan majelis, pertemuan ini bukan hanya tentang masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan yang pernah dilakukan bersama telah meninggalkan kenangan, persahabatan, dan nilai-nilai kebersamaan yang tetap hidup hingga saat ini.
“Kita boleh sudah selesai menjalankan tugas sebagai majelis, tetapi persaudaraan dan kasih tidak pernah selesai. Syukuran ini menjadi kesempatan untuk kembali bersama, saling menguatkan dan mengucap syukur atas penyertaan Tuhan,” demikian semangat yang diharapkan yang mewarnai kegiatan tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan kasih persaudaraan, Paguyuban Mantan Majelis GKP Bekasi berharap kegiatan syukuran di Puncak Bogor dapat berlangsung penuh sukacita dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
11–12 September 2026 akan menjadi dua hari penuh makna: bukan hanya berkumpul, tetapi kembali merajut persaudaraan, mengenang perjalanan pelayanan, dan mensyukuri kasih Tuhan yang terus menyertai. ( Juanda Sipahutar)



0 Komentar